Sebanyak
29 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas saluran Jl
Kramat Jaya, Koja, Jakarta Utara dibongkar petugas Satpol PP dibantu
kepolisian setempat. Selama ini, keberadaan PKL di kawasan itu dituding
sebagai penyebab kemacetan.
Keberadaan puluhan lapak milik PKL ini terdapat disepanjang 1 kilometer Jl Kramat Jaya. Para PKL biasa menggelar dagangannya setiap hari mulai pukul 16.00 hingga dinihari. Kondisi demikian kerap menyebabkan kemacetan di ruas jalan yang menghubungkan Jl Raya Plumpang menuju Cilincing.
"Makanya kita lakukan penataan di kawasan tersebut. Selama ini mereka berjualan di atas saluran air dan pembelinya itu kalau parkir di badan jalan. Saat jam pulang kerja tentunya jalan itu jadi macet parah," ujar Siti Mulyati, Kasatgas Satpol PP Kecamatan Koja, Senin (11/11).
Terhadap para PKL tersebut, Siti mengaku sudah melakukan sosialisasi sejak sepekan lalu. "Kita sudah tawarkan kepada mereka untuk direlokasi juga. Namun hingga kini mereka masih menolaknya," katanya.
Dikatakan Siti, pihaknya sudah menyiapkan tiga lokasi relokasi seperti di Pasar Walang Baru di Jl Alur Laut, Pasar Inpres Tugu di Jl Kramat Jaya dan Koja Trade Mall (KTM). "Khusus untuk di Pasar Inpres Tugu dan Pasar Walang Baru, kita gratiskan selama enam bulan. Hingga kini para PKL masih menolak dengan alasan sepi pembeli," ucapnya.
Ditambahkan Siti, selain menertibkan 29 lapak PKL di Jl Kramat Jaya, pihaknya juga sudah melakukan penataan terhadap 144 PKL di Jl Bendungan Melayu.
Sementara itu, salah seorang pengendara sepeda motor yang biasa melewati Jl Kramat Jaya, Fajar (28) mengaku, senang dengan ditertibkannya puluhan PKL tersebut. Karena menurut pria pemilik motor bernopol B 6638 SJK ini, keberadaan para PKL memperparah kemacetan di Jalan tersebut.
"Saya biasa lewat sini kalau mau pulang atau pergi kerja. Parahnya, setiap pulang kerja dari Cilincing, kadang saya harus menghabiskan waktu lebih dari satu jam hanya untuk menempuh jalan ini," tandasnya.
http://www.beritajakarta.com/
Keberadaan puluhan lapak milik PKL ini terdapat disepanjang 1 kilometer Jl Kramat Jaya. Para PKL biasa menggelar dagangannya setiap hari mulai pukul 16.00 hingga dinihari. Kondisi demikian kerap menyebabkan kemacetan di ruas jalan yang menghubungkan Jl Raya Plumpang menuju Cilincing.
"Makanya kita lakukan penataan di kawasan tersebut. Selama ini mereka berjualan di atas saluran air dan pembelinya itu kalau parkir di badan jalan. Saat jam pulang kerja tentunya jalan itu jadi macet parah," ujar Siti Mulyati, Kasatgas Satpol PP Kecamatan Koja, Senin (11/11).
Terhadap para PKL tersebut, Siti mengaku sudah melakukan sosialisasi sejak sepekan lalu. "Kita sudah tawarkan kepada mereka untuk direlokasi juga. Namun hingga kini mereka masih menolaknya," katanya.
Dikatakan Siti, pihaknya sudah menyiapkan tiga lokasi relokasi seperti di Pasar Walang Baru di Jl Alur Laut, Pasar Inpres Tugu di Jl Kramat Jaya dan Koja Trade Mall (KTM). "Khusus untuk di Pasar Inpres Tugu dan Pasar Walang Baru, kita gratiskan selama enam bulan. Hingga kini para PKL masih menolak dengan alasan sepi pembeli," ucapnya.
Ditambahkan Siti, selain menertibkan 29 lapak PKL di Jl Kramat Jaya, pihaknya juga sudah melakukan penataan terhadap 144 PKL di Jl Bendungan Melayu.
Sementara itu, salah seorang pengendara sepeda motor yang biasa melewati Jl Kramat Jaya, Fajar (28) mengaku, senang dengan ditertibkannya puluhan PKL tersebut. Karena menurut pria pemilik motor bernopol B 6638 SJK ini, keberadaan para PKL memperparah kemacetan di Jalan tersebut.
"Saya biasa lewat sini kalau mau pulang atau pergi kerja. Parahnya, setiap pulang kerja dari Cilincing, kadang saya harus menghabiskan waktu lebih dari satu jam hanya untuk menempuh jalan ini," tandasnya.
http://www.beritajakarta.com/

0 komentar:
Posting Komentar